Kami Hadir Untuk Pelatihan yang Berkualitas
Seiring berkembangnya teknologi, segala sesuatu yang merupakan proses analog mulai bertransformasi menjadi digital. Hampir semua yang ada di sekitar kita mengalami digitalisasi, seperti lampu, jam tangan, kalkulator, dan komputer. Teknologi merevolusi analog dengan berbagai bidang teknologi baru, seperti machine learning, big data, dan internet.
Tahun 2021 dikenal sebagai era transformasi digital. Pelabelan ini didorong oleh momentum pandemi virus corona yang merebak serentak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hampir semua aktivitas tatap muka digantikan oleh aktivitas online.
Pemerintah pun bergerak untuk membuat program pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia dengan harapan dapat mempercepat transformasi digital sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Yang perlu digaris bawahi adalah transformasi digital bukan hanya sekedar mengubah pertemuan tatap muka menjadi pertemuan online dengan menggunakan internet dan aplikasi. Bagi sebuah perusahaan, transformasi digital juga merupakan transformasi organisasi secara menyeluruh yang mencakup perubahan pada aspek-aspek krusial lainnya seperti strategi, proses, SDM dan budaya, bahkan kepemimpinan. Akan ada perubahan budaya perusahaan dan produktivitas secara keseluruhan.
Transformasi digital dalam sebuah perusahaan adalah integrasi teknologi digital ke dalam semua area bisnis, yang secara fundamental mengubah cara sebuah sistem beroperasi dan memberikan nilai kepada pelanggan. Budaya perubahan yang mengharuskan organisasi untuk terus menantang status quo, bereksperimen, dan menerima kegagalan.
Budaya digital adalah sebuah konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan internet membentuk cara manusia berinteraksi. Cara berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi dalam masyarakat.
Budaya digital adalah produk tanpa akhir dari teknologi persuasif dan hasil dari inovasi teknologi yang mengganggu. Hal ini berlaku untuk banyak topik, namun bermuara pada satu tema besar; hubungan antara manusia dan teknologi.
Perubahan ini tidak semudah menjentikkan jari. Perlu ada pembelajaran secara umum dan khusus terkait perubahan teknologi digital. Akan sulit jika pembelajaran ini dilakukan secara otodidak meskipun semua sumber belajar melimpah ruah di internet. Kenyataannya, orang dewasa tetap membutuhkan bantuan dalam belajar.
Dalam pembelajarannya, orang dewasa tidak hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga membentuk afektif dan mengembangkan keterampilan sebagai bentuk proses belajar sepanjang hayat. Menurut salah satu pakar pendidikan, Eugar Rosenstock (1921), pendidikan orang dewasa harus menggunakan guru yang khusus, metode dan filosofi yang khusus pula.
Malcolm Knowles (1970) juga menyatakan bahwa pendidikan orang dewasa berbeda dengan pendidikan anak-anak. Pendidikan orang dewasa berlangsung dalam bentuk pengembangan diri untuk memecahkan masalah. Knowles juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara kegiatan belajar anak-anak dan orang dewasa, karena orang dewasa memiliki 6 hal, yaitu:
(1) Konsep diri;
(2) Pengalaman hidup (peran pengalaman pembelajar);
(3) Kesiapan untuk belajar (readiness to learn);
(4) Orientasi belajar (orientasi untuk belajar);
(5) Kebutuhan akan pengetahuan (the need to know); dan
(6) Motivasi.
Berdasarkan hal tersebut, Linxbrain hadir.
Linxbrain ingin membantu masyarakat luas, khususnya perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia, untuk melakukan transformasi digital melalui pelatihan yang berkualitas.
Kami Hadir Untuk Pelatihan yang Berkualitas
Seiring perkembangan teknologi, segala sesuatu yang prosesnya analog mulai bertansformasi menjadi digital. Hampir semua hal di sekitar kita mengalami digitalisasi, seperti lampu, jam tangan, kalkulator, dan komputer. Teknologi merevolusionerkan yang analog dengan berbagai bidang teknologi yang baru, seperti pembelajaran mesin, data besar, dan internet.
Tahun 2021 dikenal sebagai era transformasi digital. Pelabelan tersebut didorong oleh momentum pandemi virus corona yang berjangkit serempak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hampir seluruh kegiatan tatap muka tergantikan dengan kegiatan secara daring. Pemerintah pun bergerak untuk membuat program pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia dengan harapan mempercepat terjadinya transformasi digital sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarkat.
Yang perlu digarisbawahi, transformasi digital bukan hanya sekedar mengubah rapat tatap muka menjadi rapat daring dengan menggunakan internet dan aplikasi. Bagi suatu perusahaan, transformasi digital juga menjadi sebuah transformasi organisasi secara menyeluruh yang mencakup perubahan aspek-aspek krusial yang lainnya seperti strategi, proses, SDM dan budaya, dan hingga leadership. Akan terjadi perubahan dalam budaya perusahaan dan produktivitas keseluruhan.
Transformasi digital dalam suatu perusahaan adalah integrasi teknologi digital ke semua bidang bisnis, yang secara mendasar mengubah cara suatu sistem beroperasi dan memberikan nilai kepada pelanggan. Suatu budaya perubahan yang menuntut organisasi untuk terus-menerus menantang status quo, bereksperimen, dan bisa menerima kegagalan.
Budaya digital adalah sebuah konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan internet membentuk cara manusia berinteraksi. Cara berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi dalam masyarakat. Budaya digital adalah produk tanpa akhir dari teknologi persuasif dan hasil dari disrupsi inovasi teknologi. Ini berlaku untuk banyak topik tetapi itu bermuara pada satu tema menyeluruh; hubungan antara manusia dan teknologi.
Perubahan ini tidak semudah menjentikkan jari. Perlu ada pembelajaran secara umum dan khusus terkait perubahan teknologi digital. Akan terasa sulit jika pembelajaran ini dilakukan secara autodidak walaupun segala sumber pembelajaran berlimpah ruah di internet. Sejatinya orang dewasa tetap butuh bantuan dalam belajar.
Dalam pembelajarannya, orang dewasa bukan hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga membentuk afektif dan mengembangkan keterampilan sebagai wujud proses pembelajaran sepanjang hayat. Menurut salah satu ahli pendidikan, Eugar Rosenstock (1921), pendidikan orang dewasa harus menggunakan guru khusus, metode, dan filsafat khusus. Malcolm Knowles(1970) pun menyatakan pendidikan orang dewasa berbeda dengan pendidikan anak-anak. Pendidikan orang dewasa berlangsung dalam bentuk pengembangan diri sendiri untuk memecahkan masalah. Knowles juga menjelaskan, terjadinya perbedaan antara kegiatan belajar anak-anak dengan orang dewasa, disebabkan orang dewasa memiliki 6 hal, yakni:
(1) Konsep diri (the self-concept);
(2) Pengalaman hidup (the role of the learner’s experience);
(3) Kesiapan belajar (readiness to learn);
(4) Orientasi belajar (orientation to learning);
(5) Kebutuhan pengetahuan (the need to know); dan (6) Motivasi (motivation).
Berdasasarkan hal tersebut maka Linxbrain hadir.
Linxbrain ingin membantu seluruh masyarakat luas, terutama perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia, untuk melakukan transformasi digital melalui pelatihan yang berkualitas.
Kami Hadir Untuk Pelatihan yang Berkualitas
Seiring perkembangan teknologi, segala sesuatu yang prosesnya analog mulai bertansformasi menjadi digital. Hampir semua hal di sekitar kita mengalami digitalisasi, seperti lampu, jam tangan, kalkulator, dan komputer. Teknologi merevolusionerkan yang analog dengan berbagai bidang teknologi yang baru, seperti pembelajaran mesin, data besar, dan internet.
Tahun 2021 dikenal sebagai era transformasi digital. Pelabelan tersebut didorong oleh momentum pandemi virus corona yang berjangkit serempak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hampir seluruh kegiatan tatap muka tergantikan dengan kegiatan secara daring. Pemerintah pun bergerak untuk membuat program pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia dengan harapan mempercepat terjadinya transformasi digital sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarkat.
Yang perlu digarisbawahi, transformasi digital bukan hanya sekedar mengubah rapat tatap muka menjadi rapat daring dengan menggunakan internet dan aplikasi. Bagi suatu perusahaan, transformasi digital juga menjadi sebuah transformasi organisasi secara menyeluruh yang mencakup perubahan aspek-aspek krusial yang lainnya seperti strategi, proses, SDM dan budaya, dan hingga leadership. Akan terjadi perubahan dalam budaya perusahaan dan produktivitas keseluruhan.
Transformasi digital dalam suatu perusahaan adalah integrasi teknologi digital ke semua bidang bisnis, yang secara mendasar mengubah cara suatu sistem beroperasi dan memberikan nilai kepada pelanggan. Suatu budaya perubahan yang menuntut organisasi untuk terus-menerus menantang status quo, bereksperimen, dan bisa menerima kegagalan.
Budaya digital adalah sebuah konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan internet membentuk cara manusia berinteraksi. Cara berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi dalam masyarakat. Budaya digital adalah produk tanpa akhir dari teknologi persuasif dan hasil dari disrupsi inovasi teknologi. Ini berlaku untuk banyak topik tetapi itu bermuara pada satu tema menyeluruh; hubungan antara manusia dan teknologi.
Perubahan ini tidak semudah menjentikkan jari. Perlu ada pembelajaran secara umum dan khusus terkait perubahan teknologi digital. Akan terasa sulit jika pembelajaran ini dilakukan secara autodidak walaupun segala sumber pembelajaran berlimpah ruah di internet. Sejatinya orang dewasa tetap butuh bantuan dalam belajar.
Dalam pembelajarannya, orang dewasa bukan hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga membentuk afektif dan mengembangkan keterampilan sebagai wujud proses pembelajaran sepanjang hayat. Menurut salah satu ahli pendidikan, Eugar Rosenstock (1921), pendidikan orang dewasa harus menggunakan guru khusus, metode, dan filsafat khusus. Malcolm Knowles(1970) pun menyatakan pendidikan orang dewasa berbeda dengan pendidikan anak-anak. Pendidikan orang dewasa berlangsung dalam bentuk pengembangan diri sendiri untuk memecahkan masalah. Knowles juga menjelaskan, terjadinya perbedaan antara kegiatan belajar anak-anak dengan orang dewasa, disebabkan orang dewasa memiliki 6 hal, yakni:
(1) Konsep diri (the self-concept);
(2) Pengalaman hidup (the role of the learner’s experience);
(3) Kesiapan belajar (readiness to learn);
(4) Orientasi belajar (orientation to learning);
(5) Kebutuhan pengetahuan (the need to know);
dan (6) Motivasi (motivation).
Berdasasarkan hal tersebut maka Linxbrain hadir.
Linxbrain ingin membantu seluruh masyarakat luas, terutama perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia, untuk melakukan transformasi digital melalui pelatihan yang berkualitas.
About Consulting
Apakah perusahaan Anda memerlukan pelatihan transformasi digital?
Hubungi admin untuk diskusi lebih lanjut mengenai kebutuhan dan tujuannya, yuk!
About Consulting
Apakah perusahaan Anda memerlukan pelatihan transformasi digital?
Hubungi admin untuk diskusi lebih lanjut mengenai kebutuhan dan tujuannya, yuk!